21 November 2008

TIDAK SELALU HITAM DAN PUTIH

Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar aku terlibat perkelahian dengan seorang anak lelaki di kelasku. Aku sudah lupa apa yang kami perdebatkan, tapi aku tak akan pernah lupa apa yang aku pelajari saat itu. Aku yakin sekali kalau akulah yang benar dan ia salah. Sementara itu ia yakin sekali kalau ia yang benar dan aku yang salah. Maka guru kami memberi kami sebuah pelajaran yang sangat penting. Ia menyuruh kami berdiri di depan kelas. Aku berdiri di satu sisi meja sedang anak itu di sisi seberangku. Di tengah meja ada sebuah bola besar, aku jelas melihat kalau bola itu berwarna hitam. Lalu guru kami bertanya pada anak itu, apa warna benda tersebut. "Putih!" Sahutnya. Aku tak percaya mendengarnya, sebab benda itu jelas-jelas berwarna hitam. Kami kembali berdebat, kali ini mengenai warna benda itu.
Kemudian guru kami menyuruhku berdiri di tempat anak tadi, sementara anak itu berdiri di tempatku. Kami bertukar tempat, lalu bertanya padaku apa warna bola itu. Aku terpaksa menjawab, "Putih," sebab benda itu punya dua sisi yang berbeda warnanya. Dari sudut ini warnanya putih sedang hitam dari sudut satunya. Hari itu aku mendapat pelajaran penting. Kita mesti menempatkan diri kita di posisi orang lain dan melihat situasinya melalui mata mereka supaya kita benar-benar memahami persepsi mereka.

No comments: